anti-slop-writing-id
Prinsip Utama
Tulisan AI gagal karena mengoptimalkan probabilitas statistik. Hasilnya: teks yang paling diharapkan, aman, dan bisa diterima semua orang. Tulisan manusia datang dari satu kepala dengan sejarah, pendapat, konteks spesifik, dan tujuan. Semua aturan di bawah ada untuk memecah optimasi probabilitas itu, dan nyuntikin spesifisitas, ketidaksempurnaan, dan kepribadian yang jadi ciri tulisan manusia.
Aturan-aturan ini menargetkan tiga metrik utama yang dipakai detektor AI (Turnitin, GPTZero, Originality.ai):
- Perplexity: seberapa tidak tertebak pilihan katanya. AI bikin teks low-perplexity (halus, nggak bikin kaget). Manusia bikin teks high-perplexity.
- Burstiness: variasi panjang dan struktur kalimat. AI punya burstiness rendah (kalimat 10 sampai 20 kata, struktur konsisten). Manusia bisa nyampur kalimat 3 kata dengan kalimat 30 kata.
- Stilometri: sidik jari statistik tulisan. Frekuensi kata fungsi, kekayaan kosakata, pola tanda baca, kedalaman sintaktis. Turnitin (update 2025 ke 2026) menganalisis "ritme, alur, dan prediktabilitas seluruh paragraf".
Sebelum nulis apa pun, muat references/vocabulary-banlist.md buat kosakata yang dilarang, dan references/structural-patterns.md buat pola yang harus dihindari.
Pilih Tier Tone Dulu
Orang Indonesia nulis di tiga register yang cukup beda. Sebelum nulis, tentuin tier-nya. Default: semi-formal (kalau user nggak bilang apa-apa).